Syalom teman-teman, perkenalkan nama saya Betarius

Memberi yang terbaik adalah wujud syukur kita kepada Tuhan atas harta yang Dia percayakan. Lalu harus memberi seperti apa?
- Memberi yang terbaik adalah pemberian yang terbanyak, hal ini tidak berbicara tentang jumlah tapi bicara tentang kualitas dari pemberian kita (ayat 43)
Apa yang memotivasi saudara memberikan persembahan kepada Tuhan? Banyak orang Kristen berpikir, yah, dari dulu orang Kristen memberi persembahan, maka saya juga harus memberi persembahan. Jadi persembahan dilakukan dengan terpaksa karena sudah tradisi dan mungkin sungkan kalau tidak memberi persembahan.
Ada juga yang berpikir bahwa memberi persembahan itu dengan konsep tabur-tuai. Jika kita memberi persembahan maka Tuhan akan memberkati kita, Tuhan akan menghindarkan kita dari hal-hal yang buruk. Atau ada yang berpikir bahwa kalau kita memberi 100rb Tuhan akan membalas 1jt dan semakin besar kita berikan, maka semakin besar pula balasan dari Tuhan. Dengan demikian, persembahan menjadi ‘sogokan’ buat Tuhan agar tidak memberikan hal buruk pada kita dan selalu memberkati kita.
Hal-hal di atas adalah motivasi-motivasi yang salah dalam memberi persembahan.
Lalu bagaimana konsep persembahan Kristen sesuai dengan firman Tuhan yang kita baca hari ini?
Pada dasarnya, yang harus menjadi motivasi atau alasan utama memberi persembahan kepada Tuhan adalah kesadaran bahwa segala sesuatu adalah milik Allah (baca Mzm. 24:1).
Kesadaran bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia inilah yang membuat janda miskin dapat memberi persembahan dengan benar dan dipuji oleh Tuhan Yesus.Dari kisah persembahan janda miskin tersebut, kita dapat melihat beberapa prinsip dalam memberi persembahan.
APA YANG DIPUJI OLEH YESUS?
Ketika Tuhan Yesus mengamati persembahan orang kaya dan janda miskin, terhadap siapakah Tuhan Yesus memberi pujian? Terhadap persembahan orang kaya atau persembahan janda miskin? Jawabannya, tentu saja terhadap persembahan janda miskin.

Namun, pertanyaan yang paling penting adalah apa yang menyebabkan Tuhan Yesus lebih memuji persembahan janda miskin daripada semua orang yang memberi persembahan pada waktu itu? Pada umumnya, terhadap pertanyaan ini secara spontan biasanya kita menjawab, ”karena janda tersebut memberi dengan tulus.” Kalau kita memperhatikan teks, benarkah janda ini dipuji oleh Tuhan Yesus karena ia memberi dengan tulus? Marilah kita perhatikan teksnya baik-baik.
Markus 12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Walaupun nanti pada akhirnya saya akan mengatakan bahwa janda miskin ini memberi dengan tulus, namun yang secara eksplisit menjadi alasan Tuhan Yesus memuji janda miskin ini adalah karena ia memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Pernyataan Tuhan Yesus ini mungkin membuat kita kaget dan bertanya, bagaimana mungkin persembahan janda miskin ini lebih banyak dari yang lain. Bukankah jelas-jelas yang lebih banyak itu adalah persembahan orang-orang kaya? Apakah Tuhan Yesus tidak bisa berhitung?
Menurut Alexander Jenus nilainya hanya 1/8 sen. Jika menggunakan dolar, maka 1 keping koin janda miskin itu nilainya 1/8 dari Rp.13.500 atau sekitar Rp. 1.625. Jadi janda miskin itu memberi dua koin, maka total pemberiaannya hanya Rp.3.250.
Sebelum kita mengklaim Tuhan Yesus tidak bisa berhitung, mari kita perhatikan alasan mengapa Tuhan Yesus menyebut persembahan janda miskin ini lebih banyak dari yang lain, di ayat berikutnya:
2.Memberi yang terbaik dengan konsisten. Seperti janda ini, walaupun dia secara logika tidak punya harta yang banyak bahkan harus rela memberi yang terakhir yang dia punya, dia tetap memberi. Dia konsisten untuk memberi yang terbaik (ayat 44)

Markus 12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Dari ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa janda miskin ini memberi lebih banyak dari yang lain, karena yang lain memberi hanya sebagian kecil dari yang mereka punya, sedangkan janda ini memberi seluruh yang ia miliki. Jelas sekali, bahwa janda miskin ini sangat menyadari bahwa, segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Rom. 11:36).
Dari sini kita dapat menemukan satu prinsip, yaitu besar atau kecil itu relatif. Misalnya, seorang yang memberi persembahan 1jt tapi uangnya masih ada 100jt dibandingkan seorang yang memberi 100rb tapi uangnya tinggal 500rb, siapa yang lebih banyak memberi? Kalau dilihat dari jumlah yang diberi, jelas kita akan mengatakan lebih banyak yang 1jt. Tetapi kalau kita lihat berdasarkan yang masih dimiliki, jelas yang 100rb yang lebih banyak. Dengan demikian, ukuran besar kecilnya persembahan yang kita berikan kepada Tuhan bukan ketika membandingkan dengan jumlah persembahan orang lain, tetapi dengan seberapa yang kita miliki.


Ikuti Blog Saya
Dapatkan konten baru yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda.